TSL Membangun Negeri

 

Sukma_Polinela; Lulusan Teknik Sumberdaya Lahan dan Lingkungan (TSL) Jurusan Teknologi Pertanian ikut berperan aktif dalam pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) bersama PT. Waskita Karya. Setelah tol lintas Lampung selesai kemungkinan mereka akan dipindahkan dalam pekerjaan tol Riau dan Medan. Banyak lulusan TSL yang bekerja di perusahaan pembangunan (Konstruksi) BUMN seperti PT. Waskita Karya; PT. Adhi Karya; PT. Wijaya Karya; dan sebagai Konsultan. Selain itu, juga ada yang bekerja di dinas seperti Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan Badan Pertanahan Nasional (BPN). Salah satu perusahaan konstruksi terbesar di Indonesia yang menaungi sebagian besar lulusan TSL adalah PT. Waskita Karya yang mana didalamnya terdapat sekitar 20 orang lulusan dari TSL, bahkan wisudawan tahun 2017 pun sudah ada yang bekerja disana. TSL adalah salah satu program studi di Politeknik Negeri Lampung (Polinela) yang bergelut dibidang pertanian dan pembangunan. Pada awalnya TSL merupakan program studi yang lebih berkecimpung dibidang pertanian, sumberdaya air, dan bangunan air.

Namun seiring dengan peluang yang lebih luas, banyak lulusan yang lebih menggeluti bidang teknik sipil. Hal ini membuat TSL beralih ke bidang teknik sipil namun tidak meninggalkan bidang pertanian. “Sebenernya kalo dilihat dari latar belakang atau dari jurusannya yang masih punya status pertanian, kita itu susah untuk masuk ke perusahaan konstruksi tapi dengan skill/kompetensi yang kita punya kita bisa bersaing dengan mereka yang berstatus teknik,” ujar Yovan salah seorang Staff Keteknikan PT.Waskita Karya, lulusan TSL Polinela. Bekerja di perusahaan konstruksi tidaklah mudah karena dituntut harus memenuhi persyaratan dan juga memiliki kompetensi. Kompetensi yang digunakan dari TSL untuk perusahaan konstruksi yaitu Teknik Pengukuran dan Pemetaan, Gambar Teknik, Rencana Anggaran Biaya (RAB), Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), serta Manajemen Proyek. Selain lulusan TSL yang bekerja dibidang pembangunan dan kompetensi mahasiswa aktif TSL pun dapat ikut berperan dalam pekerjaan proyek pembangunan seperti sebagai Surveyor dan pemegang rambu ukur. “Peran mahasiwa aktif untuk program studi TSL ini sekiranya membuka relasi sebanyak-banyaknya. Karena kita bersyukur banyak alumni- alumni kita yang bergelut di bidang keteknikkan, jadi khususnya semeter 5 maupun yang mau diwisuda sekiranya ada link setelah lulus mau kemananya. Dan alumni dari kami juga berbuka hati untuk memberi solusi maupun saran.” ujar Abib Wiharja salah seorang mahasiswa TSL POLINELA. (*Aisyah)