Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Melalui Polinela Fair

Sukma_Polinela; Polinela Fair adalah acara tahunan yang ada di Politeknik Negeri Lampung (Polinela) dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Polinela yang menjadi pelaksananya. Acara Polinela Fair 2017 yang bertemakan “Peran Teknologi Guna Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat di Era Globalisasi” diadakan dari tanggal 6-18 November 2017 di Kampus Polinela.

“Tema tersebut diambil karena kami menyesuaikan dengan perkembangan zaman saat ini, dimana saat ini bisa kita lihat sendiri bahwasannya teknologi itu sangat mempengaruhi perkembangan ekonomi masyarakat Indonesia dan teknologi itu bukan hanya teknologi pertanian, disini teknologi yang luas.” ujar M. Ridwan selaku Ketua Pelaksana Polinela Fair 2017. Acara Polinela Fair diadakan selama 2 minggu, tanpa ada hari yang kosong, hari sabtu dan minggu diiisi dengan kegiatan seminar nasional dan perlombaan.

Kegiatan Polinela Fair dilaksanakan setelah kegiatan perkuliahan selesai yaitu pukul 16.00 WIB sampai dengan selesai. Dalam Acara Polinela Fair 2017 dijual tiket dengan biaya Rp. 10000,- yaitu Rp. 5000,- untuk Seminar Nasional dan 5000,-  untuk Acara Malam Puncak. Acara Seminar Nasional yang bertajuk Seminar Nasional Pendidikan dan Kebudayaan dihadiri oleh Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Muzzammil Yusuf, M.Si dan Bupati Pesawaran H. Dendi Ramadhana sebagai pembicara. Seminar ini diadakan pada 18 November 2017 sebagai rangkaian Acara Polinela Fair 2017. Seminar yang bertemakan “Kebudayaan sebagai Penyelaras Pendidikan dan Generasi Muda Berkarakter” diwajibkan bagi seluruh mahasiswa/i Polinela yang menerima beasiswa baik BIDIKMISI, PEMDA, PPA, MIGAS dan BBN. Dengan menunjukkan tiket Polinela Fair peserta seminar mendapatkan fasilitas snack dan sertifikat yang diberikan setelah acara seminar berakhir.

 “Dari panitia sebenanrnya tidak ada panitia khusus untuk acara seminar nasional, nama acara sendiri baru ada seminggu sebelum acara dilaksanakan. Panitia dibentuk h-1 acara dan untuk pemateri konfirmasi menjadi pembicara h-3 acara seminar nasional. Alhamdulillah acara seminar bisa berjalan dengan lancar.” Ujar M. Fadhilla Perdana selaku Presiden Mahasiswa Polinela. Terjadi perubahan jadwal pelaksanaan Malam Puncak yang seharusnya diselenggarakan pada 18 November 2017 setelah paginya seminar nasional namun akhirnya diundur menjadi tanggal 22 November 2017.

Perubahan ini disebabkan karena kurang siapnya panitia untuk mengadakan acara Seminar Nasional dan Malam Puncak dalam satu hari bersamaan. Acara Malam Puncak Polinela Fair diadakan di Gedung Serba Guna (GSG) Polinela. Acara dibuka oleh M. Fadhilla Perdana, Presiden Mahasiswa Polinela. Acara diisi dengan penampilan dari Organisasi Mahasiswa (Ormawa) dan bintang tamu dari Beatbox Lampung. Selain itu ada juga pengundian doorprize dari tiket Polinela Fair untuk mendapatkan sebuah smartphone yang diundi diakhir acara. Selain Seminar Nasional dan Malam Puncak terdapat perbedaan pada acara Polinela Fair dari tahun sebelumnya. Acara Polinela Fair 2017 diadakan dengan melakukan kolaborasi atau kerja sama antara BEM Polinela dengan  Ormawa. Pada tahun ini Ormawa diberikan hak untuk mengajukan perlombaan yang akan diadakan dalam rangkaian Polinela Fair 2017.

Kegiatan Polinela Fair setiap tahun diisi dengan perlombaan, seminar nasional, dan malam puncak. Dan tahun ini perlombaan dibuat dan dipanitiai oleh Ormawa dan dinaungi oleh BEM Polinela. Setiap Ormawa diberikan kebebasan untuk mengajukan perlombaan, pihak panitia BEM Polinela mempertimbangkan apakah perlombaan itu membawa manfaat utuk mahasiswa dan Polinela. Semua persyaratan dan teknis perlombaan diserahkan kepada UKM masing-masing. Ada 18 perlombaan yang terbagi menjadi 5 UKM dan BEM Polinela. Perlombaan UKM Bidang Seni (UKMBS) mengadakan 2 cabang perlombaan yaitu akustik dan karaoke. Peserta perlombaan untuk 2 cabang perlombaan sudah melebihi target. Target peserta yaitu 25 mahasiswa dan 25 mahasiswi untuk karaoke, serta 15 tim untuk akustik. Juri dalam perlombaan berasal dari dosen Polinela, Kepala Divisi Bidang Musik, alumni UKMBS, dan juri yang ahli dibidangnya.

“Untuk juri dari dosen ada Pak Putu dan Pak Keli, Kadiv Bidang Musik ada Anggi Fiabadi mahasiswa Prodi Mekanisasi Pertanian semester 5, dan Alumni UKMBS Kak Fajri. Untuk penilaian ada 5 item untuk karaoke dan 6 item untuk akustik namun tidak bisa dijelaskan karena menjadi rahasia dari kami sendiri,” ungkap Yogi Mahmud selaku Ketua Umum UKMBS.

“Kemarin ikut tergabung sama salah satu grup lomba akustik, alhamdulillah dapat juara 2. Kemarin kendala sound-nya ngadat-ngadat gitu. Ngerasa kurang publikasi soalnya yang nonton pas lomba akustik cuma sedikit penontonnya,” ungkap Derri Nugraha mahasiswa Prodi Budidaya Perikanan semester 1.

UKM Pers SUKMA Polinela ikut memeriahkan acara Polinela Fair dengan mengadakan Lomba Foto Jurnalistik. Foto Jurnalistik adalah foto yang menampakkan peristiwa yang sedang terjadi saat foto diambil. Tema Foto Jurnalisik bebas namun memiliki beberapa ketentuan dan persyaratan yang telah ditentukan oleh panitia. “Untuk pendaftaran Lomba Foto Jurnalistik dikenakan biaya Rp. 5000,-, ada 11 pendaftar yang melakukan registrasi namun saat pengumpulan foto hanya 2 peserta yang mengirimkan foto jurnalistiknya. Maka 2 peserta itu dilakukan seleksi dan terpilih pemenang Lomba Foto Jurnalistik,” papar M. Maulana Syaifullah selaku Pemimpin Umum UKM Pers SUKMA.

Ada 6 perlombaan yang diadakan oleh UKM Al-Banna yaitu, Tartil Quran, Tahfidz Juz 30, Poster Dakwah, Tilawatil Quran, Kaligrafi, dan Video Islam Kreatif. BEM Polinela sendiri turut mengadakan perlombaan yaitu Orasi, Debat, Tarik Tambang, Number One, Video Gram, dan Kesekretariatan. Lomba Program Kreatifitas Mahasiswa (PKM) diadakan oleh komunitas RISET Polinela. “Lomba PKM merupakan lomba yang positif dan bermanfaat bagi mahasiswa dan Polinela maka kami menyetujui setelah menimbang sebelumnya.” papar Ridwan.

 

UKM Olahraga mengadakan 2 cabang perlombaan yaitu Futsal dan Volly. “Ada acara perlombaan seperti ini bagus karena dapat menunjukkan bakat yang terpendam. Bisa kita lihat dari pemenang perlombaan bukan dari anggota UKM Olahraga,” Terang M. Fadhilla Perdana. Fadhilla menyampaikan harapannya untuk Polinela Fair agar antusisme dari ormawa dan komunitas serta mahasiswa bisa lebih lagi. Perlombaan makin banyak dan juga bisa lebih positif dan bermanfaat lagi. (*Evi)