POLINELA ikuti EXPO Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia di Pontianak

Sukma_Polinela EXPO Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia (KMI) 2017, merupakan kegiatan tahunan yang diselenggarakan oleh Simbelmawa Kemenristekdikti sebagai forum bagi pengusaha muda perguruan tinggi untuk dapat membangun kerjasama dan jaringan dengan berbagai pengusaha lain di seluruh Indonesia. EXPO KMI 2017 ini diselenggarakan di Politeknik Negeri Pontianak pada 22-25 November 2017. Acara yang bertemakan "Keberagaman Indonesia Sebagai Kekuatan Wirausaha Mahasiswa Dalam Ekonomi Global Power And Harmony In Diversity" dibuka secara resmi oleh Staf ahli Kemenristekdikti Bidang infrastruktur.

 

EXPO KMI yang ke-VIII diikuti oleh 296 mahasiswa dari 97 perguruan tinggi seluruh Indonesia yang terpilih usahanya oleh Kemenristekdikti untuk mengikuti Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia. Perguruan tinggi asal Lampung yang berkesempatan mengikuti KMI 2017 adalah Universitas Lampung dan Politeknik Negeri Lampung. Politeknik Negeri Lampung mengikut sertakan 3 bidang usaha mahasiswa dalam EXPO KMI 2017, antara lain School Goes to Greehouse bidang jasa dan perdagangan oleh Rizky Norfatria Ardy dari program studi D3 Hortikultura, Nasi kepal bidang makanan dan minuman oleh Eko Sugiyanto dari program studi D3 Produksi Tanaman Pangan serta Sludgetenia pupuk organik cair oleh Fitri A. Pratiwidari D4 Produksi Ternak.

Rangkaian kegiatan Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia (KMI) 2017 meliputi Lomba KMI Award (Wirausaha terbaik dan Stand Terbaik), Sarasehan Forum Pimpinan Perguruan Tinggi, Sarasehan Forum Bakorma-Pengelola Program Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia, serta pameran dan bazar produk kewirausahaan.

“Sudah bagus, namun ini perlu ditingkatkan lagi. Karena dengan EXPO seperti ini rekan-rekan mahasiswa berkesempatan memasarkan, memamerkan, mempromosikan, dan mengkompetisikan kreativitas kewirausahaan mereka,” ujar pendamping salah satu universitas setelah di wawancara oleh Wicida Tv (tv dari kampus stmik widya cipta dharma samarinda).

Acara ini dihadiri oleh Direktur Politeknik Negeri Pontianak, Staf ahli Kemenristekdikti bidang infrastruktur, sejumlah dosen serta akademisi perguruan tinggi se-Indonesia, serta perwakilan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Staf ahli Kemenristekdikti Bidang infrastruktur menyampaikan bahwa ratio wirausaha Indonesia dibawah 3.1% yang mana dibawah rata-rata negara berkembang lain yg mencapai 2%. Kementerian koperasi 3.4 %, Cina 10%, Singapura 7%, Jepang 11%, Amerika 12%.  Pada tahun 2035 Indonesia akan menjadi negara ekonomi terbesar ke 4 setelah Cina, India, dan Amerika. Direktur Politeknik Negeri Pontianak menyelipkan harapan dalam sambutannya semoga dengan adanya kegiatan EXPO KMI 2017 mahasiswa bisa menjadi pilar kebangkitan ekonomi Indonesia.

“Acaranya sudah cukup bagus, tetapi harus ditambah koordinasi antara panitia LO dengan peserta, supaya tidak ada miss komunikasi seperti pesertanya kemana LOnya kemana. Kemudian jadwal disesuaikan dengan roundown, karena kemarin ada beberapa yang miss dan tidak sempat dikunjungi. Lalu lokasi stand yang berada di kampus, otomatis agak kurang minat pendatangnya. Sementara ekspetasi kami lokasi stand berada di alun-alun kota Pontianak sehingga masyarakat bisa datang untuk melihat pameran di masing-masing dari stand seluruh Indonesia. Sebaiknya media promosinya dilakukan dengan media sosial  agar masyarakat pontianak itu tau ada EXPO KMI seluruh Indonesia, dan minat untuk datang itu banyak. Disamping itu pengisi acara dan hiburannya pun merasa senang karena penontonnya ramai karena informasinya sampai mengena ke masyarakat,” jelas Mufit peserta EXPO KMI 2017 asal Politeknik Negeri Batam.

Mufit juga berharap KMI diadakan kembali ditahun 2018, dan menjaring seluruh Universitas serta Politeknik se-Indonesia, selain itu jumlah delegasi dari setiap universitas ditambah dan ditetapkan. Waktu penyelenggaraan EXPO juga ditambah agar  peserta lebih semangat dan waktu sharing dari masing-masing stand lebih.(*Aisyah)