Polinela Ikuti SARNAS FKMPI di Politeknik Negeri Lhoksumawe

Sukma_Polinela; Forum Komunikasi Mahasiswa se-Indonesia (FKMPI) kembali menggelar Sarasehan Nasional (SARNAS) pada 5-10 November 2017 bertempat di Politeknik Negeri Lhokseumawe, Aceh. 

 Kegiatan tersebut dihadiri oleh seluruh delegasi mahasiswa politeknik beserta staff. Kegiatan tersebut diadakan untuk membahas evaluasi kinerja selama 6 bulan dan menyusun langkah-langkah strategis untuk 6 bulan berikutnya. Koordinator Wilayah Sumatera Marco Gidion, Presiden Mahasiswa Muhammad Fadhilla Perdana serta Staff Ahli BEM-KBM Polinela ikut mewakili dalam kegiatan nasional tersebut.  Selama berada di Politeknik Negeri Lhokseumawe, kegiatan yang dilakukan adalah silaturahmi antar politeknik se-Indonesia yang digagas oleh FKMPI. “Inti dari kegiatan teresebut ada pelaporan pertanggung jawaban setengah periode kinerja masingmasing koordinator bidang, koordinator wilayah, dan sekjend FKMPI pasca munas FKMPI 6 bulan yang lalu di Poliwangi.” Ujar Fadhilla yang ikut serta dalam acara nasional tersebut. Dalam keberangkatannya ke acara nasional tersebut, Marco Gidion mengungkapkan keterangannya mengenai pendanaan dalam kegiatan yang ia lakukan, “Karena FKMPI merupakan lembaga yang membawahi nama instansi politeknik, jadi setiap dana dari politeknik sudah dialokasikan untuk keberangktan kegiatan FKMPI seperti kegiatan kemahasiswaan di kampus kita ada alokasi dananya. Setiap politeknik diseluruh Indonesia ada dananya karena FKMPI ini membawahi nama politeknik agar politeknik ini tetap eksis di nasional tidak kalah dengan perguruan tinggi lain seperti institusi, universitas, sekolah tinggi. Dalam pelaksanannya FKMPI mempunyai acara nasional tahunan rutin yaitu SARNAS. FKMPI mempunyai 2 agenda kegiatan nasional, yang pertama adalah SARNAS setiap 6 bulan sekali dan Musyawarah Nasional (MUNAS) setiap 1 tahun sekali.

Tempat pelaksanaan kegiatan SARNAS ini berbeda-beda disetiap periode, ditentukan pada saat MUNAS. Pada kesempatan itu, Marco mencoba menerangkan peran seorang Koordinator Wilayah Sumatera, Presiden Mahasiswa untuk memperkenalkan FKMPI kepada seluruh mahasiswa Polinela, “Dalam setiap tahun pada kegiatan PSP2, FKMPI ikut andil dalam pengenalan organisasi. Mengenalkan kegiatan-kegiatannya dan mungkin kedepannya kita akan melakukan sosialisasi secara bertahap mulai dari Ketua Organisasi Mahasiswa (Ormawa). Setelah itu Ketua Ormawa menyampaikan kepada anggotanya agar sosialisasinya tepat sasaran.” Jelas Marco Gidion.

Dalam setiap Forum memiliki kelebihan dan kekurangan, ia mengungkapkan kelebihan dari FKMPI, “Ini adalah forum asli hasil buah piker mahasiswa politeknik tidak ada campur tangan dari pihakpihak luar baik partai, politik, dan gerakannya bukan hanya mengkritisi. Bukan hanya kita demo tetapi kita ada kegitan horizontal seperti bina desa dan beasiswa FKMPI, lalu pencerdasan mahasiswa politeknik dalam bentuk seminar online. Ada juga lomba-lomba seperti lomba artikel, lomba foto, dan sebagainya. FKMPI kurang dikenal oleh seluruh mahasiswa politeknik karena kurangnya sosialisasi dan seharusnya setiap banner kegiatan dari Ormawa di Polinela harus mencantumkan logo FKMPI karena sebagai bukti bahwa kita adalah bagian dari mahasiswa politeknik.“ Ujar Marco Gidion.

Marco juga memiliki harapan untuk mahasiswa politeknik mengetahui bahwa ada sebuah wadah, organisasi besar, dan forum yang menghubungkan setiap mahasiswa/i politeknik di seluruh Indonesia. “Semoga SARNAS tahun depan dapat lebih baik lagi, agenda kegiatan-kegiatan sosial saat berkumpul dengan forum nasional tersebut bila diadakan secara langsung bisa menyita perhatian masyarakat luas. Tetap satu tujuan kita sebagai mahasiswa adalah generasi yang bisa membangkitkan kesejahteraan masyarakat luas dengan kemampuan pengetahuan yang kita miliki. “ Harap Fadhilla, pasca kepulangannya dari acara nasional tersebut. (*Rissya)


Kabar Polinela

Melampaui Batas Imajinasi